Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Apa Bedanya Obligasi SBR, ORI, Sukuk Tabungan, dan Sukuk Ritel?

Kali ini aku akan mengulas salah satu instrumen investasi yang tergolong low risk dan cocok untuk para pemula. Namanya obligasi. Apa sih obligasi itu?

Singkatnya, obligasi adalah surat utang. Penerbit obligasi ini adalah pihak yang berutang, sementara pemegang obligasi adalah pihak yang berpiutang. Obligasi ini sendiri bisa diterbitkan oleh 3 pihak: pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perusahaan. Artinya, pemerintah (pusat atau daerah) dan perusahaan itu sama-sama bisa berutang kepada masyarakat.

Pada artikel ini, aku hanya akan fokus membahas surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah pusat saja, baik itu yang berupa surat utang maupun sukuk yang menerapkan prinsip syariah; kedua surat berharga tersebut juga biasa disebut sebagai Surat Berharga Negara (SBN).

Sementara itu, pembahasan obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dan perusahaan akan aku bahas di artikel yang lain.

Kenapa Negara Perlu Berutang dari Masyarakat?

Ada kalanya, pendapatan negara dari pajak, non-pajak, dan hibah itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan belanja negara. Saat itu terjadi, salah satu opsi pendanaan yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan menerbitkan surat utang dan menawarkannya kepada masyarakat. Masyarakat di sini tidak hanya masyarakat perseorangan saja, tetapi juga termasuk institusi. Jadi, yang bisa membeli SBN itu adalah masyarakat perseorangan hingga perusahaan-perusahaan, seperti perusahaan asset management.

Umumnya, pemerintah menawarkan SBN beberapa kali dalam satu tahun. Jika kamu membeli obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah, kamu akan dapat kepastian kapan masa jatuh tempo atau kapan pemerintah akan membayar utangnya dan berapa imbal hasil pertahun yang akan kamu dapatkan.

Masa jatuh tempo ini berbeda-beda, tetapi umumnya beberapa tahun hingga puluhan tahun. Imbal hasil yang ditawarkan juga berbeda-beda, tergantung berapa lama masa jatuh temponya dan berapa suku bunga Bank Indonesia saat SBN tersebut diterbitkan. Umumnya, imbal hasil yang akan kamu terima dari kepemilikan SBN adalah 5 – 8% pertahun.

Apa saja jenis SBN atau Obligasi yang biasanya diterbitkan oleh pemerintah? 

Ada banyak jenis SBN yang bisa kamu beli. Tapi, kali ini aku hanya akan membahas 4 jenis SBN yang umum di kalangan masyarakat; yaitu:

  1. Saving Bond Ritel (SBR)
  2. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
  3. Sukuk Tabungan (ST)
  4. Sukuk Negara Ritel / Sukuk Ritel (SR)

Apa saja bedanya? Aku akan mencoba membahas perbedaan keempat SBN tersebut berdasarkan kategorisasinya.

KATEGORISASI INVESTASI SURAT BERHARGA NEGARA

1) Konvensional atau Syariah

Kategori pertama adalah berdasarkan jenis obligasinya; ada yang konvensional, ada pula yang syariah. SBR dan ORI termasuk dalam kategori investasi konvensional. Sementara Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel termasuk dalam kategori syariah. Singkatnya, Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Halaman: 1 2 3

Rekomendasi

Pilih Investasi Saham atau Reksa Dana? Ini Pertimbangannya

Back to Top